IZ-Inside

  • Beranda
  • Android
  • Bisnis
  • Blogging
  • Elektronik
  • Info
  • Internet
  • Komputer
  • Seo
  • Tips & Trik
  • Tutorial
Home » All posts

Tugas IBD #4: Manusia dan Harapan

Admin Selasa, 12 Juli 2016 0 Comments

Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi, sehingga harapan dapat diartikan sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Yang dapat disimpulkan harapan itu menyangkut permasalahan masa depan. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan kemampuan masing – masing.

Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan – pesan kepada ahli warisnya.

Harapan dan cita-cita terdapat persamaan yaitu keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud, pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.

Sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu adalah:
  1. Kelangsungan hidup
  2. Keamanan
  3. Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai
  4. Diakui lingkungan
  5. Perwujudan cita-cita
Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Dasar kepercayaan itu adalah kebenaran. Kebenaran atau benar amat penting bagi manusia. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas:

  • Kepercayaan pada diri sendiri
  • Kepercayaan pada orang lain
  • Kepercayaan pada pemerintah
  • Kepercayaan pada Tuhan
Kepercayaan kepada Tuhan yang maha kuasa itu amat penting, karena keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh Tuhan. Kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran. Usaha-usaha meningkatkan percaya pada Tuhan antara lain:

  • Meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah.
  • Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat. 
  • Meningkatkan kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong, dermawan, dan sebagainya.
  • Mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan.
  • Menekan perasaan negatif seperti iri, dengki, fitnah, dan sebagainya.

Sumber: http://arifakamila.tumblr.com/ 
Ditulis oleh Imamz pada tanggal Selasa, 12 Juli 2016

Tugas IBD #3.1: Kasus Zaskia, Persepsi Pandangan Hidup & Tanggung Jawab Sebagai Warga Negara

Admin Jumat, 03 Juni 2016 0 Comments
" Nama pedangdut Zaskia Gotik saat ini tengah menjadi sorotan publik. Itu lantaran dirinya diduga melakukan pelecehan terhadap lambang negara Republik Indonesia.

Kejadian itu terjadi ketika pemilik Goyang Itik ini tengah menjadi salash satu pengisi acara di salah satu stasiun televisi swasta Senin bersama tiga temannya trio cecepy (cewe-cewe happy).(14/3).

Saat diberi pertanyaan Denny Cagur mengenai tanggal berapa Hari Proklamasi Indonesia? Dan pertanyaan kedua soal lambang sila Kelima Pancasila? Zaskia malah menjawab pertanyaan pertama ‘setelah adzan subuh, tanggal 32 Agustus, lalu jawaban kedua ‘bebek nungging’.

Padahal rekannya yang ikut, Julia Perez dan Ayu Ting Ting menjawab dengan serius dan benar.
Kontan, tak lama setelah acara selesai, Zaskia Gotik langsung mendapat protes dari banyak netizen. Mereka merasa geram dengan tingkah Zaskia yang dianggap tak peka dengan kehormatan negara.

Desakan agar penyanyi dangdut Zaskia Gotik diproses hukum‎ semakin deras. Permintaan itu datang juga dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Anggota Komisi I DPR Arief Suditomo mengatakan, Zaskia perlu diproses hukum dengan atau tanpa laporan. “Kalau memang delik biasa ya proses. Kalau itu delik aduan, proses,” ujarnya di Jakarta, Jumat (18/3).

Diketahui dalam salah satu segmen di acara itu, Zaskia terlibat dalam sebuah game atau kuis bersama peserta lainnya, Julia Perez dan Ayu Ting Ting. “Iya ini mah nggak sengaja. Murni keceplosan,” tambah pemilik nama lengkap Surkianih ini. "
(Dikutip Dari: http://www.likeupdate.com/berita-kasus-zaskia-gotik-hina-lambang-negara/3732/)


Dari kasus diatas terlihat bahwa seorang Zaskia Gotik memiliki sedikit sekali pandangan hidup terhadap pancasila. Hal ini berkaitan dengan minim nya pendidikan yang ia miliki.

Sebagai seorang warga negara yang baik, sudah seharusnya untuk menanamkan pancasila dalam diri, menjadikannya pedoman hidup karena pancasila merupakan landasan dari segala keputusan bangsa, ideologi tetap bangsa yang mencerminkan kepribadian bangsa.

Jika kita melihat kebelakang, untuk merumuskan Pancasila membutuhkan waktu dan tenaga oleh para pejuang kemerdekaan. Oleh sebab itu, mari kita hargai dan jaga nilai perjuangan itu dengan tidak menodainya.

Dengan adanya kasus ini, ia mendapatkan pelajaran agar lebih hati-hati dalam bercanda, lebih profesional dan bagi mereka yang terlibat sudah harus bisa mempertanggung jawabkan dampak dari profesi tersebut untuk kehidupan orang lain atau masyarakat, sekalipun itu sebuah gurauan.
Ditulis oleh Imamz pada tanggal Jumat, 03 Juni 2016

Tugas IBD #3: Manusia dan Tanggung Jawab

Admin 0 Comments
Dalam kehidupan sehari – hari sering kita jumpai kata “Manusia”, bahkan sering kita sebut bahwa diri kita adalah “Manusia”. Tetapi sebagian besar dari kita tidak tahu apa pengertian manusia itu sendiri, kewajiban apa saja yang harus kita kerjakan sebagai makhluk Allah SWT yang paling sempurna ini.

Secara tidak langsung kehidupan manusia terlibat dengan masalah tanggungjawab, baik tanggungjawab terhadap diri sendiri, keluarga, Tuhan dan lain – lain. Sebenarnya, tanpa disadari kita telah melaksanakannya dalam aktifitas setiap hari. Terkadang juga kita tidak memenuhi tanggungjawab itu dan hanya menuntut hak serta keinginan yang harus kita capai.

Pengertian Manusia
Manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah dan dianugerahiNya akal, hati, dan fisik. Menurut sifat dasarnya manusia adalah makhluk yang bermoral, juga seorang pribadi yang mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri berbuat dan bertindak sendiri.
Dalam konteks sosial manusia merupakan makhluk sosial. Ia tidak dapat hidup sendirian dengan perangkat nilai-nilai selera sendiri. Nilai-nilai yang diperankan seseorang dalam jalinan sosial harus dipertanggungjawabkan sehingga tidak mengganggu konsensus nilai yang telah disetujui bersama.

Pengertian Tanggungjawab
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja.
Orang yang bertanggungjawab adalah orang yang berani menanggung resiko atas segala yang menjadi tanggungjawabnya dan orang yang bertanggungjawab adalah orang yang mau berkorban demi kepentingan orang lain. Tanggungjawab erat kaitannya dengan kewajiban. Kewajiban adalah sesuatu yang dibebankan terhadap seseorang.

Kewajiban dibagi menjadi dua bagian yaitu:
  • Kewajiban terbatas
  • Kewajiban tidak terbatas
Manusia merasa bertanggungjawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya.

Macam-macam Tanggungjawab:

1. Tanggungjawab Terhadap Diri Sendiri
Menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi, memecahkan masalah-masalah mengenai dirinya sendiri.

2. Tanggungjawab Terhadap Keluarga
Tiap anggota keluarga wajib bertanggungjawab pada keluarganya. Tidak hanya menyangkut nama baik keluarga, tetapi juga kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.

3. Tanggungjawab Terhadap Masyarakat

Manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggungjawab, agar dapat melangsungkan hidupnya di dalam masyarakat tersebut.

4. Tanggungjawab Terhadap Bangsa / Negara
Dalam berpikir dan bertindak, manusia terikat oleh norma-norma dan aturan. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Jika perbuatannya salah, dan melanggar aturan dan norma tersebut, maka manusia itu harus bertanggung jawab kepada bangsa atau negaranya.

5. Tanggungjawab Terhadap Tuhan
Tanggungjawab manusia terhadap Tuhan meliputi dua aspek pokok. Pertama, mengenal Tuhan. Kedua, menyembah dan beribadah kepada-Nya.

Contoh: Sesorang harus menjaga dirinya sendiri dari segela perbuatan yang merusak dirinya misalnya menjaga diri agar terhindar dari narkoba, menjaga diri dari bahaya sekitar. Apabila kita tidak dapat menjaga diri sendiri maka kita akan mempertanggung jawabkan semua hasil perbuatan buruk kita, tentunya hal tersebut akan sangat merugikan diri kita sendiri.

Sumber: http://mauldroid.tumblr.com/ 
Ditulis oleh Imamz pada tanggal

Tugas IBD #2.1: Kisah Perjalanan Hidup Orang Sukses

Admin Kamis, 14 April 2016 17 Comments

Begitu banyak kisah yang dapat kita ambil pelajaran di dunia ini, dan banyak sekali hikmah yang dapat diambil sebagai motivasi dan kekuatan buat kita menjalani hidup yang penuh dengan tantangan dan cobaan. Sering kita putus asa ketika harapan dan keinginan tidak terwujud. Padahal dibalik itu semua sebenarnya ada hal yang patut kita syukuri sebagai kekuatan buat kita bangkit dari keterpurukan. Salah satu yang patut kita ambil pelajaran dan hikmah adalah kisah tokoh berikut ini:

NANCY MATTHEWS EDISON (1810-1871)


Suatu hari, seorang bocah berusia 4 tahun, agak tuli dan bodoh di sekolah, pulang ke rumahnya membawa secarik kertas dari gurunya. ibunya membaca kertas tersebut, “Tommy, anak ibu, sangat bodoh. Kami minta ibu untuk mengeluarkannya dari sekolah.”

Sang ibu terhenyak membaca surat ini, namun ia segera membuat tekad yang teguh, “Anak saya Tommy, bukan anak bodoh. Saya sendiri yang akan mendidik dan mengajar dia.”

Tommy bertumbuh menjadi Thomas Alva Edison, salah satu penemu terbesar di dunia. Dia hanya bersekolah sekitar 3 bulan, dan secara fisik agak tuli, namun itu semua ternyata bukan penghalang untuk terus maju.

Tak banyak orang mengenal siapa Nancy Mattews, namun bila kita mendengar nama Edison, kita langsung tahu bahwa dialah penemu paling berpengaruh dalam sejarah. Thomas Alva Edison menjadi seorang penemu dengan 1.093 paten penemuan atas namanya. Siapa yang sebelumnya menyangka bahwa bocah tuli yang bodoh sampai diminta keluar dari sekolah, akhirnya bisa menjadi seorang genius? Jawabannya adalah Ibunya!

Ya, Nancy Edison, Ibu dari Thomas Alva Edison, tidak menyerah begitu saja dengan pendapat pihak sekolah terhadap anaknya. Nancy yang memutuskan untuk menjadi guru pribadi bagi pendidikan Edison dirumah, telah menjadikan puteranya menjadi orang yang percaya bahwa dirinya berarti. Nancy yang memulihkan kepercayaan diri Edison, dan hal itu mungkin sangat berat baginya. Namun ia tidak sekalipun membiarkan keterbatasan membuatnya berhenti.

"Berfikir positif dan optimis terlihat seperti kalimat puisi yang sepele, tapi sadarilah ini sangat penting dalam peran anda mengambil keputusan yang akan menentukan kesuksesan atau kehancuran."

Sumber: https://aungelsofan.wordpress.com/ 
Ditulis oleh Imamz pada tanggal Kamis, 14 April 2016

Tugas IBD #2: Manusia dan Keadilan

Admin 0 Comments
Setiap kehidupan manusia dalam melakukan aktivitas nya pasti pernah mengalami perlakuan yang tidak adil. Jarang sekali kita mengalami perlakuan yg adil dari setiap aktivitas yang kita lakukan. Dimana setiap diri manusia pasti terdapat suatu dorongan atau keinginan untuk berbuat jujur namun terkadang untuk melakukan kejujuran itu sangatlah sulit dan banyak kendala nya yang harus di hadapi, seperti keadaan atau situasi, permasalahan teknis hingga bahkan sikap moral.

Arti dari keadilan itu sendiri adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori nya, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang sangat besar.

Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan pelakuan yang seimbang antara hak-hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan kewajibannya. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak nya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.

Adapun macam-macam keadilan sebagai berikut :

1. Keadilan Legal atau Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjadi kesatuannya. Dalam masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (the man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan oleh yang lainnya disebut keadilan legal.

2. Keadilan Distributif
Aristotele berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan tidak sama (justice is done when equels are treated equally).

3. Kadilan Komutatif
Keadilan ini bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan ini merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrem menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.

4. Kejujuran
Kejujuran atau jujur artinya apa-apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakan sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan, yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur berarti juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam hati nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat.

Pada hakekatnya jujur atau kejujuran di landasi oleh kesadaran moral yang tinggi kesadaran pengakuan akan adanya sama hak dan kewajiban, serta rasa takut terhadap kesalahan atau dosa.
Adapun kesadaran moral adalah kesadaran tentang diri kita sendiri karena kita melihat diri kita sendiri berhadapan dengan hal yang baik dan buruk.

Kecurangan identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik meskipun tidak serupa benar. Kecurangan adalah apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nurani nya atau orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan tanpa adanya usaha. Yang dimaksud dengan keuntungan adalah keuntungan yang berupa materi. Mereka yang berbuat curang menganggap akan mendatangkan kesenangan atau kenikmatan, meskipun orang lain menderita karena nya. Kecurangan juga menyebabkan manusia menjadi serakah, tamak ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita.

Setiap manusia harus adil satu dengan yang lainnya jangan hanya memikirkan egoisnya sendiri. Kita diwajibkan untuk saling membantu dan adil. Keadilan sangat di perlukan dan dibutuhkan namun keadilan sekarang tidak berlaku lagi karena siapa yang kuat itu yang menang. Keadilan hanya formalitas yang ada di negara kita buktinya keadilan itu sendiri bisa di beli, rakyat yang kecil selalu di tindas dengan rasa tidak keadilan. Seharusnya mereka yang jadi pemimpin bangsa harus adil jangan hanya pandang bulu. Rakyat kecil mengharapkan sebuah keadilan dari negara. Siapa yang salah harus dihukum dan yang benar harus dibebaskan.

Sumber: http://yusniarputri.tumblr.com/ 
Ditulis oleh Imamz pada tanggal
Beranda

Daftar Isi

  • ▼  2019 (1)
    • ▼  April (1)
      • Perbandingan pada Symbian Android dan iOS
  • ►  2018 (4)
    • ►  November (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2017 (6)
    • ►  September (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2016 (45)
    • ►  Desember (25)
    • ►  November (7)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2015 (1)
    • ►  Desember (1)
  • ►  2012 (3)
    • ►  Juli (3)
Diberdayakan oleh Blogger.

Get Connected

  • BAAK Online Universitas Gunadarma
  • UG Student Site
  • V-Class | Portal E-Learning UG
  • Laboratorium Teknik Informatika
SUBSCRIBE
Dapatkan Update Artikel Terbaru & Menarik Kami Langsung ke Email Anda.



© 2011 - 2015 IZ-Inside